Apakah gelar raja gowa dan tallo setelah memeluk agama islam?
Pertanyaan
1 Jawaban
-
1. Jawaban claramatika
Mata pelajaran: IPS Sejarah
Kelas: VIII SMP
Kategori: Perubahan Masyarakat Indonesia Pada Masa Penjajahan dan Tumbuhnya Semangat Kebangsaan
Kata kunci: gelar raja gowa dan tallo setelah memeluk agama islam, Sulawesi SelatanPembahasan:
Salah satu kerajaan Islam di Sulawesi ialah Kerajaan Gowa Tallo. Kerajaan tersebut berasal dari 2 kerajaan yang bersatu yakni Kerajaan Gowa dan Kerajaan Tallo. Kerajaan Gowa adalah kerajaan yang berlokasi di Sulawesi Selatan. Ibukota dari Kerajaan Gowa ialah Makassar. Lokasi kerajaan Gowa sangat strategis karena berada di antara pulau-pulau dan berada di jalur pelayaran (perdagangan Nusantara). Oleh karena itu kerajaan Gowa cepat berkembang. Kata Gowa berasal dari kata “guwari” yang artinya bilik atau ruangan untuk didiami.Saat manusia pertama yang menginjakkan kakinya di daerah ini, mereka memilih daerah pesisir yang berbukit dan menempati guwari sebagai tempat tinggal. Dalam perkembangan lebih lanjut, guwari semakin bertambah jumlahnya sesuai dengan perkembangan manusia, sedangkan tempat tinggal mereka kemudian dinamakan Gowa.
Ada sembilan komunitas di Gowa, yang dikenal dengan nama Bate Salapang (Sembilan Bendera), yang kemudian menjadi pusat kerajaan Gowa: Tombolo, Lakiung, Parang-Parang, Data, Agangjene, Saumata, Bissei, Sero dan Kalili. Melalui berbagai cara, baik damai maupun paksaan, komunitas lainnya bergabung untuk membentuk Kerajaan Gowa. Cerita dari pendahulu di Gowa dimulai oleh Tumanurung sebagai pendiri Istana Gowa, tetapi tradisi Makassar lain menyebutkan empat orang yang mendahului datangnya Tumanurung, dua orang pertama adalah Batara Guru dan saudaranya.
Kerajaan Gowa menjadi dengan kerajaan Tallo. Sebelum masuknya kerajaan islam, kerajaan Gowa sebagian besar penduduknya adalah penganut paganisme. Islam sudah masuk ke Sulawesi pada abad ke-15, yaitu pada masa pemerintahan Raja Gowa ke- 12 bernama I Monggorai Dg Mammeta Karaeng Bonto Langkasa Tunijallo (1565-1590) dialah yang memberikan fasilitas bagi para pedagang-pedagang Muslim untuk bermukim di sekitar istana kerajaan. Para pedagang juga diberi kemudahan untuk mendirikan masjid di Kampung Mangallekana. Masjid di Kampung Mangallekana merupakan masjid tertua yang pernah berdiri di Sulawesi Selatan. Sejak Gowa Tallo sebagai pusat perdagangan laut, kerajaan ini menjalin hubungan dengan Ternate yang sudah menerima Islam dari Gresik. Raja Ternate yakni Sultan Baabullah mengajak raja Gowa Tallo untuk masuk Islam, tapi gagal. Kemudian datanglah Datuk Ribandang seorang Muballig (Minangkabau Sumatera) yang mengislamkan raja Gowa dan Tallo. Menurut lontara, pada tahun 1605 Masehi, Islam diterima secara resmi di Kerajaan Gowa dan Tallo disusul ketika raja kerajaan tersebut memeluk Islam yaitu Daeng Manrabia (Raja Gowa XIV), yang bergelar Sultan Alauddin dengan Karaeng Matoaya (Raja Tallo) yang bergelar Sultan Abdullah Awwalul Islam pada tanggal 22 September 1605 Masehi.
Sultan Alauddin, raja Gowa pertama yang masuk Islam. Sultan Alauddin adalah kakek/datok dari Sultan Hasanuddin Raja Gowa XVI, dengan nama lengkap I Mangnga'rangi Daeng Manrabbia Sultan Alauddin, yang setelah wafatnya digelari juga dengan Tumenanga ri Gaukanna (yang mangkat dalam kebesaran kekuasaannya). Gelar setelah wafatnya itu adalah Tumenanga ri Agamana (yang wafat dalam agamanya). Gelar Sultan Alauddin diberikan kepada Raja Gowa XIV ini, karena dialah Raja Gowa yang pertama kali menerima agama Islam sebagai agama kerajaan.