Contoh teks anekdot dalam bentuk narasi dan dialog
B. Indonesia
kevinnatanmada
Pertanyaan
Contoh teks anekdot dalam bentuk narasi dan dialog
2 Jawaban
-
1. Jawaban Dinay22
Contoh Teks Anekdot Pendidikan Fasilitas Kantin Sekolah
Hari senin, hari masuk pertama sekolah dan setelah apel masuklah semua siswa di kelas dan seperti biasa Wali kelas mengabsen dan mengecek kelengkapan siswa hari ini apakah ada yang berhalangan masuk atau tidak.
Guru : “Intan ?”
Intan : “Hadir bu!”
Guru : “Bagas?”
Intan : “Belum masuk bu, paling si Bagas masih makan !”(Tidak lama kemudian, Bagas masuk ke dalam kelas)
Bagas : “Selamat pagi bu, apakah saya boleh masuk kelas?
Guru : “Kamu habis dari mana Bagas, habis upcara bukanya masuk malah keliaran di luar ?”
Bagas : “Saya habis dari warung depen sekolah bu, tadi pagi lupa sarapan di Rumah”
Guru : “Hehh bagas, sekolah kita bukanya ada 2 kantin y.. Ngapain kamu keluar jajan ?”
Bagas : “Lah gimana bu, kantin sekolah mirip toilet Umum, kecil, sumpek dan kotor bau lagi bu.”(Seluruh murid pun akhirnya tertawa terbaha bahak mendengar perkataan Bagas )
Guru : “Astaga Bagas, , g usaha ngomong seperti itu ya, Tapi kamu ada benernya juga coba nanti ibu bilang sama pak kepala sekolah.”
Proses belajar berlanjut lagi dan bu Endang selaku wali kelas mendengar apa yang di ucapkan barusan oleh Bagas dan setelah keluar main di langsung memberitahukan kepala sekolah akan keluhan siswanya. -
2. Jawaban LimaTigaId
TEMA REMAJA
Penokohan :
- Nuni sebagai Nunik - Nana sebagai Nini - Ami sebagai Aminah - Johan sebagai Joni
Nunik adalah sosok remaja dengan kesederhanaan dan rasa toleransi tinggi terhadap orang-orang disekelilingnya, terutama terhadap teman-temannya.
Nini merupakan sosok remaja yang sangat sombong diantara teman-temannya, egois, kekanak-kanakan dan suka menghamburkan uang.
Amina adalah sosok pendiam, jarang mau ngomong, meski pada saat dia sedang berkumpul dengan teman-temannya. Amina hanya menjawab jika ditanya.
Johan satu-satunya lelaki diantara keempat remaja tersebut. Johan tipe cowok apa adanya dan suka bergaul.
Pada pagi itu mereka berempat berkumpul disebuah tempat..
Nunik : Apa kabar kalian semua? Pada sehat semua kan?
Teman Nunik : Yup, kami semua baik. Kamu juga sehat-sehat aja kan Nik?
Nunik : Ya, aku sehat-sehat aja.
Nini : Hey, kita pada ngumpul disini ini sebenanrya mau ngapain sih, nggak jelas gini ?!
Johan : Ya begini ini, lagian ngumpul bereng kaya gini kan asyik.
Nini : Asyik? Apanya yang asyik kalau cuman ginian doang? Ni, si Aminah lagi.. diam melulu kerjaannya, ngomong gitu kek!
Nunik : Ya kamu Ni, kan kamu udah tau kalau Aminah suka diem.
Johan : Iya, kamu Ni, bawel melulu kerjaannya.
Nini : Eh, kalian ikut aku yuk!
Teman Nini : Kemana emang?
Nini : Ke mall, cuci mata.
Teman Nini : Ogah ah, mending disini aja, lagian kami lagi pada nggak punya uang.
Nini : Ya kalian, miskin melulu sih.
Teman Nini : Mau miskin, mau nggak ya emang kenyataannya kami lagi nggak ada duit.
Nini : Ya udah, mending gue pergi aja sendiri.
Nini pun lantas beranjak meninggalkan teman-temannya dan bergegas pergi ke mall yang disukainya untuk bersenang-senang.
Johan : Teman-tema, kita bubar aja yuk. Uda hampir siang, yuk pada pulang.
Teman Johan : Ya udah deh, ayuk.
Johan, Aminah dan Nunik tidak lama kemudian akhirnya pulang kerumah masing-masing setelah hari kian cerah dan terik serasa semakin menyengat.
Bentuk narasi
Supir Taksi Susi harus bekerja sampai larut malam dikantornya. Ketika ingin pulang Susi menyetop taksi untuk mengantarnya pulang. “Kebon Jeruk ya Pak “ Sopir taksi itu hanya menggangguk, selama perjalanan tidak terjadi percakapan antara Susi dan Sopir Taksi, mungkin Susi merasa capek karena bekerja sampai larut malam. 20 menit lamanya keheningan terjadi, tiba-tiba Susi ingat bahwa uang yang dibawanya kurang untuk membayar ongkos taksi. Susi lalu menepuk pundak Sopir taksi dengan maksud berhenti dulu didepan untuk mengambil uang di ATM. Tapi tiba-tiba setelah pundaknya ditepuk oleh Susi Sopir taksi itu secara membabi buta membanting setirnya ke kanan kemudian ke kiri sambil berteriak secara histeris, sampai akhirnya taksi itu menabrak sebuah pohon. Untung Susi dan Sopir Taksinya tidak mengalami luka yang cukup parah. Sopir Taksi itu kemudian meminta maaf kepada Susi. “Maaf ya Bu, Ibu nggak apa-apa? Ibu sih make nepuk pundak saya, kagetnya setengah mati bu!!” “Lho, masa sih ditepuk pundaknya aja kaget?? “Soalnya ini hari pertama saya jadi sopir Taksi, Bu” “Emangnya pekerjaan bapak sebelumnya apa??“ “Selama 20 tahun saya jadi SOPIR MOBIL JENAZAH”