Jelaskan ciri mendasar dari praktek ekonomi kolonial di indonesia
Pertanyaan
1 Jawaban
-
1. Jawaban dodysjk
Mapel : Ekonomi
Kelas: X SMA
Kategori : Monopoli sebagai salah satu bentuk merkatilisme
Kata Kunci: Monopoli, perdagangan, merkatilisme,
Ciri mendasar dalam praktek ekonomi masa kolonialisme di Indonesia adalah dilakukannya praktek monopoli perdagangan. Praktek monopoli perdagangan sendiri merupakan dari sistem ekonomi merkatilisme yang mendominasi pada abad ke-16 hingga abad ke-18.
Dilakukannya praktek monopoli pada masa kolonialisme dilakukan untuk mengeksploitasi sebesar – besarnya kekayaan Indonesia. Hal itu dapat dilihat dengan penguasaan perdagangan di era kolonialisme VOC hingga sistem tanam paksa di era kolonialisme Hindia Belanda.
Pada era VOC, praktek monopoli dilakukan setelah adanya peretujuan dari kerajaan Belanda melalui pemberian hak Octroi pada VOC. Perekonomian kemudian benar – benar dikuasai VOC saat itu dengan memberlakukan berbagai aturan sesuai kepentingannya. Kebijakan monopoli itu dapat dilihat ketika seluruh perdagangan rempah – rempah dikuasai VOC, kewajiban penyerahan hasil bumi masyarakat Indonesia pada VOC, pemberlakuan pajak atas hasil bumi, VOC mengatur agar harga komoditas rempah – rempah tetap tinggi, dilakukannya pembatasan jumlah tanaman rempah – rempah oleh penduduk, pemusnahan tanaman yang jumlahnya melebihi batas aturan, hingga mengisolasi pola pelayaran terutama bidang perdagangan di lautan.
Pada zaman kolonial era tanam paksa, praktek monopoli di bidang perekonomian oleh pemerintah kolonial Belanda bahkan lebih buruk. Untuk mengisi kas Kerajaan Belanda yang kalah perang dari Perancis, pemerintah colonial mewajibkan para petani untuk menanam tanaman dan menjual tanamannya pemerintah kolonialis sesuai keinginannya. Harga jual komoditas tanaman hasil bumi para petani juga sudah ditetapkan dengan harga rendah. Sistem tanam paksa ini juga dilakukan dengan menambah jam kerja petani hingga empat kali lebih banyak dari biasanya.
Pembahasan:
Sistem ekonomi merkatilisme merupakan suatu paham yang mengajarkan bahwa tujuan pemerintahan adalah untuk mengumpulkan kekayaaan nyata seperti emas sebanyak mungkin, karena kekuasaan suatu pemerintahan didasarkan atas kekayaan dimiliki.
Merkatilisme merupakan paham yang berkembang pada abad ke 16 hingga abad ke 18. Berbagai kebijakan yang muncul akibat dari pelaksanaan sistem tersebut sering kali menyebabkan terjadinya perang dan menumbuhkan keinginan untuk melakukan ekspansi dan kolonialisme.
Paham merkantilisme mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1. Suatu negara menggalakkan industri dalam negeri untuk meningkatkan ekspor negara.
2. Negara mencari koloni atau wilayah baru sebagai sumber penghasil kekayaan pada suatu negara.
3. Suatu negara mengurangi persaingan dengan mencegah masuknya hasil industry negara lain ke negaranya melalui ketetapan pajak impor yang tinggi.
4. Suatu negara mengimpor bahan mentah atau bahan baku dari berbagai daerah jajahan
5. Suatu negara melarang daerah koloni melakukan perdagangan dengan negara lain
6. Negara melarang ekspor emas maupun perak kepada negara lain
Monopoli adalah suatu keadaan ekonomi dimana kebutuhan banyak orang hanya dilayani oleh satu perusahaan karena tidak adanya pesaing dari perusahaan sejenis sehingga perusahaan menghasilkan keuntungan besar.
Berikut ini adalah ciri – ciri monopoli dalam suatu pasar:
1. Keputusan harga ada pada pihak penjual karena si penjual tidak mempunyai saingan
2. Tidak adanya diperjual- belikan barang pengganti yang mirip dalam pasar monopoli
3. Tidak adanya kemungkinan penjual lain dengan barang yang sejenis untuk turut serta dalam pasar monopoli
4. Jenis barang yang diperjual – belikan dalam pasar monopoli hanya satu macam
5. Pada pasar monopoli pemerintah tidak ikut campur dalam menentukan harga suatu barang
6. Pasar monopoli tidak memerlukan iklan dari pihak pernjual barang