Hari yang cerah di salah satu Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. Ada seorang guru muda yang memberikan pengumuman kepada semua siswa. Guru: “Anak-anak, Al
B. Indonesia
yato3
Pertanyaan
Hari yang cerah di salah satu Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional.
Ada seorang guru muda yang memberikan pengumuman kepada semua siswa.
Guru: “Anak-anak, Alhamdulillah, kita dapat kabar gembira. Sebentar lagi sekolah kita resmi menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Nah, untuk menyambut hari bahagia itu, apa yang akan kalian siapkan? Coba naswa, apa yang akan kamu persiapkan?”
naswa: “Bahasa Inggris, bu! Ya, belajar bahasa Inggris.”
Guru: “Tepat sekali naswa. Kamu, arif, apa yang akan kamu persiapkan?”
arif: “Uang, bu!”
Mendengar jawaban tersebut, guru muda tadi penasaran. Kemudian dia melanjutkan pertanyaan pada arif.
Guru: “Lho, kok uang?”
arif: “Ya jelas, bu. Soalnya kalau sekolah kita jadi SBI, pasti bayarnya lebih mahal, kan? Gak mungkin bakal sama aja.”
Guru: “Loh, loh, kamu kok begitu? Begini, arif, Sekolah Bertaraf Internasional itu berarti sekolah kita sama bagusnya dengan sekolah-sekolah di luar negeri sana.”
arif: “Tapi menurut saya, SBI ini bukan Sekolah Bertaraf Internasional, tapi Sekolah Bertarif Internasional!”
Mendengar jawaban arif yang kritis, guru muda tadi hanya bisa terdiam. Mungkin hatinya mengiyakan. Untuk menormalkan situasi, dialihkanlah pembicaraan menjadi tentang materi pelajaran agar kondusif kembali.
apa kritikan dari teks anekdot tersebut?
Ada seorang guru muda yang memberikan pengumuman kepada semua siswa.
Guru: “Anak-anak, Alhamdulillah, kita dapat kabar gembira. Sebentar lagi sekolah kita resmi menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Nah, untuk menyambut hari bahagia itu, apa yang akan kalian siapkan? Coba naswa, apa yang akan kamu persiapkan?”
naswa: “Bahasa Inggris, bu! Ya, belajar bahasa Inggris.”
Guru: “Tepat sekali naswa. Kamu, arif, apa yang akan kamu persiapkan?”
arif: “Uang, bu!”
Mendengar jawaban tersebut, guru muda tadi penasaran. Kemudian dia melanjutkan pertanyaan pada arif.
Guru: “Lho, kok uang?”
arif: “Ya jelas, bu. Soalnya kalau sekolah kita jadi SBI, pasti bayarnya lebih mahal, kan? Gak mungkin bakal sama aja.”
Guru: “Loh, loh, kamu kok begitu? Begini, arif, Sekolah Bertaraf Internasional itu berarti sekolah kita sama bagusnya dengan sekolah-sekolah di luar negeri sana.”
arif: “Tapi menurut saya, SBI ini bukan Sekolah Bertaraf Internasional, tapi Sekolah Bertarif Internasional!”
Mendengar jawaban arif yang kritis, guru muda tadi hanya bisa terdiam. Mungkin hatinya mengiyakan. Untuk menormalkan situasi, dialihkanlah pembicaraan menjadi tentang materi pelajaran agar kondusif kembali.
apa kritikan dari teks anekdot tersebut?
1 Jawaban
-
1. Jawaban MiraaY
kritikannya jadi siswa mengkritik kalau dinegara kita itu walau gratis pasti slalu ada sangkut pautnya dengan uang apa lagi yang sudah menjadi sekolah bertarap internasional pasti akan lebih banyak mengeluarkan uang seperti untuk seragam dan fasilitas lainnya