Biologi

Pertanyaan

Ada dugaan bahwa penyakit kuru pada manusia terkait dengan praktik kanibalisme. Jelaskan.

1 Jawaban

  • Kelas: X
    Mata pelajaran: IPA/Biologi
    Materi: Virus, virion dan prion
    Kata kunci: penyakit Kuru

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan ini dengan dua jawaban:

    Jawaban pendek:

    Dugaan bahwa penyakit kuru pada manusia terkait dengan praktik kanibalisme karena penyakit kuru banyak menyerang wanita dari suku Fore yang melakukan ritual kanibalisme pada anggota suku yang meninggal.

    Dugaan ini terbukti setelah cairan dari otak penderita kuru disuntikkan ke simpanse dan simpanse tersebut tertular kuru.

    Jawaban panjang:

    Penyakit Kuru ditemukan diantara suku Fore di pedalaman Papua Nugini pada tahun 1950an. Nama kuru berarti "menggigil" atau "gemetar" dalam bahasa suku Fore.

    Gejala kuru adalah penderita akan kesulitan berjalan, kehilangan kendali atas anggota badan mereka, dan kehilangan kontrol atas emosi mereka. Dalam setahun, penderita tidak bisa berdiri, makan sendiri atau mengendalikan fungsi tubuh mereka. Penderita biasanya meninggal setelah beberapa bulan setelah penyakit ini mencapai tahap akhir.

    Peneliti menduga bahwa penyakit ini disebabkan ritual suku Fore yang melakukan kanibalisme terhadap jenazah anggota suku yang meninggal

    Di suku Fore, ketika seseorang meninggal, jasad mereka, termasuk bagian otak dan sel syaraf, akan dimasak dan dimakan. Suku Fore beranggapan bahwa jika mayatnya dikubur, mayat dimakan cacing, jika diletakkan di atas panggung, mayat dimakan oleh belatung, maka jauh lebih baik bahwa tubuh itu dimakan oleh orang-orang yang mencintainya daripada oleh cacing dan serangga.

    Ritual ini umumnya dilakukan oleh wanita suku Fore dan karenanya penyakit ini banyak menyerang wanita dari pada pria di suku Fore.

    Penelitian yang menemukan penyebab kuru dilakukan oleh ahli virus dari Amerika Serikat, Daniel Carleton Gajdusek. Pada 1957 dia mencoba mengambil cairan otak dari seorang anggota suku Fore yang meninggal. Cairan ini kemudian disuntikkan ke simpanse. Setelah 2 tahun simpanse tersebut menunjukkan gejalan penyakit kuru, membuktikan bahwa cairan otak itu mengandung penyebab kuru.

    Atas jasanya Gajdusek menerima Hadiah Nobel di bidang Kedokteran pada tahun 1976.

    Penyebab kuri kemudian ditemukan sebagai bukan virus, bakteri ataupun makhluk hidup lain melainkan protein yang disebut "prion". Prion ini pada akhirnya akan merusak protein otak dan membunuh kantong sel saraf di otak, membuat otak penuh dengan lubang, seperti spons. Ini menyebabkan gangguan koordinasi pada penderita kuru.

    Setelah pemerintah Australia sebagai penguasa Papua Nugini melarang kanibalisme di suku Fore, penyakit kuru pun perlahan hilang.

Pertanyaan Lainnya