pengertian perkembangan kurikulum menurut para ahli
Pertanyaan
1 Jawaban
-
1. Jawaban Lemeng
a. Ronald Doll (1974) mengemukakan bahwa kurikulum …all the experiences which are offered to learners under the auspices or direction of the school”. Dimaksudkan kurikulum meliputi semua pengalaman yang disajikan kepada murid dibawah bantuan atau bimbingan sekolah.
b. William B. Ragan(1960) menjelaskan arti kurikulum sebagai berikut “ The tendency in recent decades has been to use the term in a broader sense to refer to the whole life and progam of the school. The term is used to include all the experiences of children for which the school accepts responsibility. It denotes the results of efferots on the part of the adults of the children the finest, most whole some influences that exist in the culture”. Inti dari penegertian tersebut bahwa kurikulum adalah semua pengalaman murid dibawah tanggung jawab sekolah.
c. Harold Spears (1975) memberi batasan kurikulum, bahwa “the curriculum is look upon as being composed of all actual experience pupils have under school direction, writing a course of study became but small part of curriculum”. Bahwa kurikulum tersusun dari semua pengalaman murid yang bersifat actual dibawah bimbingan sekolah, mata pelajaran yang ada hanya sebagian kecil dari progam kurikulum.
d. Harold B. Alberty dan Elsie J. Alberty (1952) mendefinisikan kurikulum “all of the activities that are provided for student by the school constitute, its curriculum”. Bahwa kurikulum adalah segala perbuatan yang dilaksanakan sekolah bagi murid-murid.
e. Menurut Saylor J. Gallen & William N. Alexander dalam bukunya :”Curriculum Planning” menguraikan pengertian kurikulum sebagai berikut: “Sum Total of the School efforts to influence learning whether in the classroom, play ground or out of Scooll”.(Keseluruhan usaha sekolah untuk mempengaruhi belajar baik berlangsung dikelas, dihalaman maupun diluar sekolah (Hendyat Soetopo dan Wasty Soemanto :1993:13).
f. Menurut Soedijarto, sebuah pengalaman Pemikiran Bagi Prosedur Perencanaan dan Pengembangan; Kurikulum Perguruan Tinggi, BP3K Dep. P & K 1975, yaitu sebuah pengalaman dan kegiatan belajar yang direncanakan dan diorganisir untuk diatasi oleh para siswa/mahasiswa untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan bagi suatu lembaga pendidikan(Hendyat Soetopo dan Wasty Soemanto :1993:13). .
g. Dr. Sarimuda Nasution dalam bukunya:”Kurikulum usaha-usaha Perbaikan dalam Bidang Pendidikan dan Administrasi Pendidikan”.
h. Menurut “Association for Supervision Curriculum Development A Departemant of the national Education Association” dalam bukunya : Balance in the curriculum tahun 1961 mengemukakan pengertian kurikulum : “all learning opportunities by the school as potential contributions to the balanced development of learners”. (Semua kesempatan belajar yang diberikan oleh sekolah sebagai bantuan demi pengembangan pelajar yang seimbang[1].
i. H. Larry Winecoff mengartikan the curriculum is generally defined as a plan developed to fasilities the teaching/learning process under the direction and guidance of school, college or university and its staff members. Pada umumnya kurikulum didefinisikan sebagai suatu perencanaan untuk mengembangkan fasilitas progam belajar mengajar dibawah bimbingan dan petunjuk sekolah, fakultas/universitas dan anggota-anggota stafnya.
j. Hamid Hasan (1988) mengemukakan konsep kurikulum dapat ditinjau dalam empat dimensi, yaitu:
1. Kurikulum sebagai suatu ide, yang dihasilkan melalui teori-teori pendidikan, khususnya dalam bidang teori dan pendidikan.
2. Kurikulum sebagai suatu rencana tertulis, sebagai perwujudan dari kurikulum sebagai suatu ide yang didalamnya memuat tentang tujuan, bahan, kegiatan, alat-alat dan waktu.
3. Kurikulum sebagai suatu kegiatan, yang merupakan pelaksanaan dari kurikulum sebagai suatu rencana tertulis, dalam bentuk praktek pembelajaran.
4. Kurikulum merupakan suatu hasil yang merupakan konsekwensi dari kurikulum sebagai suatu kegiatan, dalam bentuk ketercapaian tujuan kurikulum yakni tercapainya perubahan perilaku atau kemampuan tertentu dari para peserta didik.